Tampilkan postingan dengan label thoughts. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Februari 2014
ketika aku menangis di depan makananku
selama hidupku yang beberapa hari lagi mencapai usianya yang ke-20, hanya ada dua saat ketika aku menangis di depan makananku.
pertama, saat aku bertengkar hebat dengan adikku. ibu mendapatiku menangis dan ia langsung mencak-mencak. serentetan pemali dan nasihat yang masih dijaga oleh keturunan kampung kami meluncur deras dari bibirnya.
kedua, ketika nenekku meninggal. aku sedang menyantap nasi hangat dan tahu dan telur sambal kesukaanku saat ia menemukanku sendirian di meja makan. ia perlahan duduk di kursi di sampingku dan bercerita tentang nenek dan kakekku. suaranya tenang, namun dapat kulihat air mata. aku yang sudah mulai reda kesedihannya atas meninggalnya almarhumah, tidak dapat membendung kesedihan. aku yang kapok diceramahi soal menangis di depan makanan tidak punya upaya menahan air mata. aku yakin ibu tidak akan keberatan kali ini.
Selamat jalan, Nek. Semoga amal dan ibadahmu diterima di sisi-Nya.
pertama, saat aku bertengkar hebat dengan adikku. ibu mendapatiku menangis dan ia langsung mencak-mencak. serentetan pemali dan nasihat yang masih dijaga oleh keturunan kampung kami meluncur deras dari bibirnya.
kedua, ketika nenekku meninggal. aku sedang menyantap nasi hangat dan tahu dan telur sambal kesukaanku saat ia menemukanku sendirian di meja makan. ia perlahan duduk di kursi di sampingku dan bercerita tentang nenek dan kakekku. suaranya tenang, namun dapat kulihat air mata. aku yang sudah mulai reda kesedihannya atas meninggalnya almarhumah, tidak dapat membendung kesedihan. aku yang kapok diceramahi soal menangis di depan makanan tidak punya upaya menahan air mata. aku yakin ibu tidak akan keberatan kali ini.
"di antara semua cucu nenekmu, kau yang paling disayang, nak. kalian begitu dekat. waktu kita masih di Jakarta, ketika sepupu-sepupumu berkunjung ke rumah kau akan mengamuk jika tidak diberikan perhatian lebih. "
"setelah kita pindah ke Makassar, nenek bahkan tidak pernah lagi tidur di kamarnya bersama kakek. ia tidur di kamar tempatmu dulu."
"ibu masih ingat hadiah terakhir yang dibawakan nenek untuk ibu. selusin sendok-sendok cantik dan sebilah pisau kecil yang paling tajam di dapur ibu."
"tidak ada lagi nenek yang berkunjung ke Makassar dua tahun sekali dan membawakan kalian bertiga limpahan baju baru."
Selamat jalan, Nek. Semoga amal dan ibadahmu diterima di sisi-Nya.
Sabtu, 16 November 2013
dunia tanpa akhir pekan
dibalik semua kesenangan yang ditawarkan akhir pekan, aku mengkhianati minggu dengan mendambakan senin.
untuk secepatnya bertemu denganmu, tentunya.
dibalik semua kesenangan yang ditawarkan akihr pekan, aku membayangkan dunia tanpa kata 'libur'.
agar tak pernah meluputkan lirikmu, tentunya.
dibalik semua kesenangan yang ditawarkan akhir pekan, diam-diam aku membencinya.
karna tak dapat bertemu denganmu, tentunya.
dibalik semua kebencian akan akhir pekan, kuharap ia akan hadir kembali.
ketika kita telah bersatu dan mulai membutuhkannya, tentunya.
Sabtu, 24 Agustus 2013
last checkpoint
Paulo Coelho, in his book 'By The River Piedra I Sat Down and Wept' once said, "There are some things in life are worth fighting to the end."
How does an end look like?
Is it when we try our best and it's not working?
Is it like we can't find any light in an endless tunnel?
Is it when we're tired enough?
What if we're just tired?
What if we're just wasting time?
Life?
Love?
I need to know whether you're worthy enough, or not.
How does an end look like?
Is it when we try our best and it's not working?
Is it like we can't find any light in an endless tunnel?
Is it when we're tired enough?
What if we're just tired?
What if we're just wasting time?
Life?
Love?
I need to know whether you're worthy enough, or not.
Makassar, 25 Agustus 2013
sesaat setelah tersindir oleh sebuah kalimat.
it was bad.
Selasa, 04 Juni 2013
sepotong dari cintaku jauh di komodo
....
aku mengatakannya semacam takdir, karena kami memang tidak terpisahkan, tapi aku hanya mengatakannya semacam takdir, dan bukan takdir itu sendiri, karena sesungguhnyalah aku tidak akan bisa tahu apakah benar cinta kami yang barangkali abadi itu adalah takdir. kami seperti tiba-tiba saja ada dan saling mencintai sepenuh hati tapi sungguh mati memang hanya seperti dan sekali lagi hanya seperti, karena sesungguhnyalah hubungan cinta kami yang barangkali abadi itu adalah sesuatu yang diperjuangkan. cinta yang abadi kukira bukanlah sesuatu yang ditakdirkan, cinta yang abadi adalah sesuatu yang diperjuangkan terus menerus sehingga cinta itu tetap ada, tetap bertahan, tetap membara, tetap penuh pesona, tetap menggelisahkan, tetap misterius, dan tetap terus menerus menimbuklan tanda tanya : cintakah kau padaku? cintakah kau padaku?
.....
canda.
ya iyalah, ada maksudnya.
aku mengatakannya semacam takdir, karena kami memang tidak terpisahkan, tapi aku hanya mengatakannya semacam takdir, dan bukan takdir itu sendiri, karena sesungguhnyalah aku tidak akan bisa tahu apakah benar cinta kami yang barangkali abadi itu adalah takdir. kami seperti tiba-tiba saja ada dan saling mencintai sepenuh hati tapi sungguh mati memang hanya seperti dan sekali lagi hanya seperti, karena sesungguhnyalah hubungan cinta kami yang barangkali abadi itu adalah sesuatu yang diperjuangkan. cinta yang abadi kukira bukanlah sesuatu yang ditakdirkan, cinta yang abadi adalah sesuatu yang diperjuangkan terus menerus sehingga cinta itu tetap ada, tetap bertahan, tetap membara, tetap penuh pesona, tetap menggelisahkan, tetap misterius, dan tetap terus menerus menimbuklan tanda tanya : cintakah kau padaku? cintakah kau padaku?
.....
Cintaku Jauh di Komodo, Seno Gumira Ajidarma.
from his book Linguae.
tulisan ini tidak bermaksud apa-apa kok. ha ha hacanda.
ya iyalah, ada maksudnya.
Sabtu, 02 Maret 2013
Minggu, 13 Januari 2013
Lady Daydream
If you forget it all
I will bring it with me
….
Green, you still know me by name
….
You still know me by name, Green
I’ll still be Lady Daydream
….
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
