Kamis, 16 Agustus 2012

akar untuk tiga

Tidak ada komentar

aku takut akan selalu menjadi angka kesepian seperti akar tiga

tiga baik dan benar

kenapa tiga-ku disembunyikan dibalik tanda akar yang kejam?

kuharap aku sembilan karena sembilan bisa atasi trik jahat ini dengan aritmatika singkat

kini aku takkan bisa lihat matahari sebagai 1,7321

seperti realitaku, sebuah irasional yang menyedihkan

tapi apa yang kulihat ini?

satu lagi pangkat tiga, datang menghampiriku

bersama kami berlipat ganda untuk ciptakan angka yang kami sukai

bersuka cita sebagai bilangan bulat

kami melepaskan diri dari batas dunia dengan satu ayunan tongkat sihir

tanda akar kami terlepas dan cintaku diperbaharui


Saya mendapatkan puisi unik ini di sebuah film komedi berjudul Harold and Kumar Escape from Guantanamo Bay. Awal nonton film ini, saya benar-benar menyesal telah merelakan sedikit kredit VCD rental saya untuk film ini. Openingnya jorok abis dan sempat beberapa kali mengusung tema rasisme. Penuh dengan makian serta plot-plot dan cerita yang imposibruuu!! Pokoke ewh lah! *ini menurut saya loh yahhh :p* tapi, karena film ini stok terakhir saya sebelum kembali menyewa film lain, saya akhirnya berusaha menghabiskan film ini.

Cerita terus berlanjut. Lucu sih. Mayan lah. Sampai di bagian akhir film, akhirnya ada penawar kejenuhan. Yak, munculnya puisi di atas mengobati keanehan-keanehan di film ini.

Sesungguhnya saya tidak mengerti beberapa bagian dari puisi ini, cause damn! I hate math! *ala2 damn! I love Indonesia*. Haha! *maapka aku Nunu -.-* tapi, sedikit yang bisa saya tangkap, puisi ini semacam romantis lah. Haha ;)

So, i guess.. maybe it takes a mathemaniac to solve this poem ;)


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar :

Posting Komentar