Senin, 07 Mei 2012

dreamy and pathetic

Tidak ada komentar
suatu ketika, saya merekomendasikan sebuah novel kepada seorang teman saya, Dessy Arista. novel itu berjudul "A Thousand Splendid Suns" karangan Khaled Hosseini . ia langsung bertanya, "ceritanya gimana? sweet nggak?"
"mmm.. getir, Des."
"malas. saya tidak suka baca cerita seperti itu"

ya, pandangan kami tentang cerita getir nan menyayat hati memang berbeda.
ia menganggap membaca cerita menyedihkan sebagai waste of time. hidup sudah cukup getir, katanya. mengapa kita tidak mencari cerita yang lebih indah?

sedangkan saya, saya menganggap cerita-cerita macam itu sebagai pengingat bahwa kehidupan yang kita jalani tidak selamanya memberikan apa yang kita inginkan. Adakalanya kita harus dan mau tidak mau melewati masa-masa sulit dalam hidup. Dan saya menganggap terlalu banyak mengkonsumsi (jika ingin menggunakan istilah yang sering digunakan oleh Dessy) 'cerita sweet' hanya memanjakan kita yang akan terlena dunia mimpi.

bagaimana? rupanya terlihat sotoy benar ya? hahaha
tapi sungguh, itu yang ada di benak kami masing-masing. Dessy akan terus membaca cerita-cerita indahnya, begitupun denganku yang masih "lebih setia" kepada cerita-cerita sedih. dan kami berdua akan terus mempertahankan pendapat masing-masing :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar