Rabu, 18 Januari 2012

secrets?

3 komentar

adakah diantara para pembaca yang mungkin bertanya-tanya mengapa saya menambahkan tanda tanya di judul postingan kali ini? jika ada, maka saya akan menjelaskan. kalaupun tidak ada, demi kebaikan kita bersama saya akan tetap menjelaskan. #halah

jadi, pada postingan kali ini saya akan membeberkan beberapa rahasia, the other side of me. nah, tanda tanya di judul postingan ini pun muncul atas pemikiran-pemikiran kebingungan saya akan penggunaan kata secrets tersebut. yang namanya rahasia itu kan sesuatu yang dijaga dan bukan untuk konsumsi publik? lalu mengapa ini semua terjadi? mungkin karena semua berubah ketika negara api menyerang.

sejujurnya kawan, yang diatas itu hanya fiksi berlebihan yang menguap dari kepala saya yang sudah benar-benar bosan akan liburan yang kelewat panjang ini. alasan sebetulnya saya membuat postingan ini adalah karena ini merupakan PR dari seorang Cumi. oh, sudah benarkah penggunaan kata 'seorang' itu? haruskah saya menggantinya dengan kata 'seekor'? entahlah, sayapun bingung. tidak, jangan salahkan dia. dia hanya seorang manusia unyu yang suka berhitung bernama Cumi.

dan kawan, sudah bosankah kalian akan prolog yang begitu panjang ini? kalau begitu mari kita mulai rahasia-rahasiaannya. untuk masalah ada yang sudi baca atau tidak itu urusan belakang.

SAYA RISIH BERADA DI SPBU

Tau SPBU kan? Ya, tempat para mahasiswa harus merelakan sedikit uang jajannya untuk mengisi tangki bensin. Saya mengaku, saya masih sering menggunakan bensin bersubsidi dibandingkan dengan bensin non-subsidi #hematbeb. Tapi, bukan ini inti masalahnya. The problem is, saya suka risih jika harus mengantri untuk mendapatkan besin itu. Bukan karena saya orang yang tidak sabaran, tapi karena saya (dengan terpaksa merasa) harus diperhatikan oleh orang-orang di belakang saya yang juga kehabisan bensin. Puncak kerisihan saya adalah ketika saya harus mengeluarkan uang dan memberikannya kepada petugas SPBU. Saya sadar (atau sekedar merasa sadar?) orang-orang dibelakang saya memperhatikan gerak-gerik saya. Saya dengan sotoynya dapat mengartikan tatapan-tatapan itu. Kadang saya berhalusinasi mendengar suara-suara seperti ‘Cepetan woi!’ atau Cewek yang lagi pegang duit itu cantik yah!’ (meskipun saya kadang bingung maksudnya cewek yang mana ketika petugas bensinnya seorang cewek) atau ‘si Doi lagi dimana yah? Ngapain? Sama siapa? Jadi galau..hiks hiks’ Layaknya kehadiran makhlus halus, saya kadang merasakan bulu-bulu di tengkuk saya bergidik. Tapi tidak, saya tidak pernah menganggap orang-orang itu adalah zombie kurang kerjaan yang harus isi bensin.

SAYA MOODY

Satu saja kejadian tidak mengenakkan hati di pagi hari bisa dengan ajaibnya mempengaruhi mood saya seharian. Semuanya terasa salah dan ujung-ujungnya saya akan menyimpulkan bahwa hari itu adalah hari terburuk selama saya hidup, mengabaikan keberadaan hari-hari lain yang juga berstatus sial sebelumnya maupun yang mungkin akan datang. Sebaliknya, saya dengan murah hatinya akan menyebarkan senyum termanis saya sampai rela dikira orang yang kurang waras ketika ada saja yang menyenangkan hati. Tangki bensin yang tiba-tiba ful (tidak, ini bukan sulap. Saya bisa memastikan ini adalah kerjaan ayah yang selalu menggunakan motor saya untuk mengantar si Lia yang masih labil SMP dan dengan baik hati mengisikan bensin yang kadang kosong di pagi hari), tidak terjebak macet dalam perjalanan ke kampus, dan yang paling mujarab, pagi-pagi di kampus liat senyum si doski yang *sebagian text menghilang*

SAYA TIDAK SUKA CURHAT DENGAN IBU SAYA

Yak, sebagian dari kawan-kawan sekalian mungkin menganggap saya ini anak durhaka. Sebatas menebak, pasti ada yang berpikir seperti ini ; tidak suka curhat dengan ibu kamu berarti tidak percaya ibu kamu sendiri! Bukannya su'udzon, sayapun kadang merasa saya membuat ibu sedih karena tidak memercayainya sebagai tempat berkeluh kesah ketika saya dikelilingi masalah, khususnya masalah *ehem* percintaan #eyah. Entahlah, rasanya risih saja menurut saya ketika seorang gadis berdiskusi masalah hati dengan ibunya. Itu menurut saya loh ya. Tapi, jangan sampai ada yang menyangka saya ini jenis remaja unyu yang memendam masalahnya sampai tega menyilet urat nadi. Tidak, saya punya teman tempat menceritakan masalah saya. Salah satunya ya si Cumi tadi. Melalui tulisan ini saya meminta maaf kepadamu, Cumi. Maafkan saya yang selalu menyerbumu dengan kegalauan tempo hari. Sebenarnya si doski itu *elaaaah malah curcol -__- next! next!

SAYA TIDAK BERANI PUBLISH BLOG SAYA DI FACEBOOK

“pengen deh punya banyak followers blog..”

“publish di facebook saja”

“takut”

“kenapa?”

“saya merasa sebagian besar teman2 di facebook pasti tidak peduli dengan segala macam yang saya tulis di blog”

“jadi menurutmu orang-orang yang follow blog kamu peduli? Begitu?”

“yaaaa nggak tau jugaa..”

“sama aja kallee! lagian buat apa bikin blog kalau tidak mau ada yang baca?”

“males aja gitu, kalau banyak yang baca tulisan saya”

“lah trus ngapain kepengen punya banyak followers? -___________-“

“iya yah? hmm.. yaa gitu deh”

“bilang aja takut dibaca sama bapak! ya kan? ya nggak?”

Liat ketidakjelasan percakapan diatas? Maafkan saya. Itu adalah percakpan antara hati dan otak saya #eah! Jadi, saya sendiri juga sulit menentukan alasan mengapa saya enggan memamerkan blog ini di Facebook. Mungkin memang benar saya takut dan risih jika blog saya dibaca oleh Ayah, sama seperti kerisihan saya ketika harus curhat dengan Ibu. Maafkan anakmu yang durhaka dan geje ini L

Saya kira cukup segitu saja rahasia yang bisa saya beberkan di blog yang sepi ini. Banyak ketidakjelasan bukan? Memang. Seperti katanya mba-mba yang main di P.S. I Love You, kita para wanita sendiri kadang tidak tau apa yang kita inginkan. So, keep on geje-ing! Yeah! *sinting*

Nah, sesuai tradisi, saya akan meminta blogger lain untuk melanjutkan postingan maraton ini. Dan, yang kali ini naik arisannya adalaaaaaahh jeng jeeeng!!

Irnawati Nur

Selamat berbagi rahasia Irna! :D

Nb : sekedar info, si Irna ini adalah teman saya di kampus. Dia itu tukang galau, guru besar saya. Si doi sih pernah bilang ke saya kalau dia sudah tidak mau galau lagi. Tapi beberapa saat yang lalu saya menerima sms yang sepertinya merupakan tanda-tanda dia akan kembali bergabung ke komunitas penulis-penulis galau. :P

3 komentar :

  1. Ams, kalau difollow sama "ehm" mau gak ?

    BalasHapus
  2. kalau di blog yang ini saya rasa mau-mau saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. woeeeee,,,,,,,
      apa2an ini rohmah kasi peer seenak jidat nya?
      tapi biar mi, saya terima dengan sukarela.
      dan sebenarnya saya agak 'tersungging' dengan itu kata galau yg d bawa2. tapi it's ok, saya anggap itu sebagai pujian . #apppaaaa?

      Hapus