Minggu, 28 Februari 2010

Warna di Balik Senja

Tidak ada komentar
Sekedar informasi, PUISI INI BAGUS BANGET!! Puisi ini BUKAN aku yang buat, tapi orang... ngrikk....ngrikk.... -suara jangkrik maksudnya-

YA IYALAH ORANG YANG BIKIN!!
MASA ------ (guess sendiri)

Puisi ini dibikin sama...err.. aduh lupa namanya! Yang penting ini dimuat di koran ... mmm.. koran apa ya? Okelah.. yang penting koran ini beredar di kota...

APA?! LUPA SAMA TEMPAT TINGGAL SENDIRI??

Hehe.. nggak ding! Pokoknya koran ini beredar di Kota Makassar, tapi lupa nama korannya apa. Yawdalah..tanpa banyak bacot lagi, cekidot!!

pernahkah kau tahu
warna dalam keagungan manusia
warna jambu atau jingga menjadi tanda bagi pecinta
pecinta yang merindu dan rindu pada nafsu
pernahkah kau sadar..
akan kekejaman bunga sebagai penanda
simbolis menyatakan rasa kebohongan
dan rela membiarkannya tak mekar indah
pernahkah kita ada..
untuk sebuah nama, untuk sebuah kebenaran
meletakkan jutaan kesalahan di pinggir sungai
dan mengalirkannya ke muara tak berpenghuni
hitam kembali menebar pada senja, sedang putih kemilau cahaya
saling melupakan keberadaannya, hingga tak bertemu pada titik yang ditarik
konon...
jauh di sela hujan pelangi berserak penuh kemenangan
menyatukan warna dalam lingkaran, bertahta pada langit biru
menghindari gumpalan awan putih, riang menunggu bentangan hitam malam...
dan tak takut pada terik matahari yang menenggelamkannya
aku selalu rindu akan pelangi untuk dijadikan teman
menantinya berdiskusi tentang semesta

Puisi ini kutulis ulang di buku catatanku pada tanggal 7 Juli 2009. Kalau kebetulan yang bikin puisi baca postingan ini...

TOLONG JANGAN BUNUH SAYA, BANG/MBAK!
SAYA CUMA NGE-FANS SAMA PUISI ABANG/MBAK!
SAYA ANAK BAIK-BAIK KOK!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar